Lewati ke isi

Ikatan Pelajar Riau-Yogyakarta mempersembahkan

LAKUFEST

Lancang Kuning Festival 2026

Tanggal
Sabtu, 21 November 2026
Tempat
Graha Budaya Embun Giwangan, Yogyakarta

Tema 2026

Anak Rantau: Mengembalikan Haluan Si Lancang Kuning

Ribuan pelajar dan mahasiswa Riau merantau ke Yogyakarta untuk menuntut ilmu. Lakufest berangkat dari satu keyakinan: sejauh apa pun sebuah lancang berlayar, haluannya selalu menemukan arah pulang.

Mengembalikan haluan berarti pulang membawa kebaikan — ilmu, alam, dan adat istiadat — untuk kampung halaman. Untuk itu seniman, budayawan, komunitas adat, dan masyarakat Yogyakarta berkumpul dalam satu ruang, merayakan seni dan nilai luhur Melayu Riau.

“Takkan hilang Melayu di perantauan, takkan pernah benar-benar tenggelam si Lancang Kuning.”

Semangat Lancang Kuning Festival 2026

Rangkaian kegiatan

Empat ruang perjumpaan dengan budaya Melayu Riau — untuk dicoba, dilihat, dicicipi, dan disaksikan langsung.

  1. Workshop Budaya Melayu

    Belajar langsung dari seniman dan budayawan Melayu: berpantun, menari, permainan rakyat, hingga kerajinan khas Riau. Peserta tidak sekadar menonton — ikut mempraktikkan.

  2. Pameran Budaya Melayu

    Artefak, dokumentasi foto, dan kurasi tentang tradisi lisan, pakaian adat, kuliner, serta sejarah peradaban Melayu Riau.

  3. Bazar Kuliner Riau

    Rasa kampung halaman di tengah Yogyakarta, sekaligus lapak bagi usaha kecil milik pelajar Riau.

  4. Puncak acara

    Pertunjukan Seni Budaya

    Kesenian tradisional Melayu Riau dibawakan dalam satu alur cerita utuh, lengkap dengan prosesi kehormatan dan simbol adat.

Tiga penari perempuan berbusana merah dan kuning membawakan Tari Persembahan di atas panggung
Tari Persembahan — sambutan khas Melayu untuk tamu kehormatan.
Penari berbusana merah membawakan tari tradisi Melayu dengan iringan musik di panggung
Pertunjukan seni Melayu di panggung budaya Yogyakarta.
Seorang pembaca sastra berkacamata membacakan karya di depan mikrofon
Pembacaan karya dan tradisi sastra.

Foto: dokumentasi kegiatan seni IPR-Y sebelumnya.

Makna lambang

Rumah tempat berpijak, dan generasi yang meneruskannya

Atap Rumah Selaso Jatuh Kembar

Arsitektur Melayu yang menjadi tempat berkumpul dan menerima tamu. Budaya tumbuh dari rumah, lalu diwariskan lintas generasi sebagai identitas.

Bujang dan Dara

Bertanjak dan bersunting khas Melayu Riau — generasi muda sebagai penerus. Tanpa regenerasi, identitas yang dijaga para pendahulu akan hilang.

Waktu & tempat

Sabtu, 21 November 2026

Graha Budaya Embun Giwangan
Giwangan, Yogyakarta

Jam pelaksanaan dan susunan acara diumumkan menyusul. Ikuti Saluran WhatsApp IPR-Y supaya kabar terbarunya langsung sampai.